Milliman, yang merupakan salah satu Perusahaan konsultan dan firma keuangan baru-baru ini memberikan informasi mengenai rintangan dan hambatan yang dihadapi dan menjadikan lambat perkembangan  industri asuransi syariah di Indonesia. Disebutkan oleh Miliman, bahwa salah satunya kurangnya komitmen manajemen untuk mengembangkan asuransi syariah menjadi biang kurang populernya asuransi syariah.

Disebutkan bahwa kurangnya komitmen perusahaan asuransi untuk menyuport dan mendorong lajunya asuransi syariah membuat pertumbuhan dan perkembangan asuransi syariah seperti jalan ditempat. Padahal disebutkan jenis asuransi syariah ini mempunyai prospek yang cukup besar dibanding asuransi konvensional yang ada saat ini.

Miliman juga memberikan catatan mengenai faktor yang lain yang membuat perkembangan asuransi syariah kurang memuaskan, disebutkan bahwa asuransi syariah belum maksimal dalam hal penawaran jenis produk dan kurang inovatif pemasarannya.

Saat ini para agen pemain bisnis asuransi syariah memasarkan produk asuransi unit link yang systemnya monoton dan sama dengan yang ada di asuransi konvensional. Selain itu agen bisnis asuransi kurang dalam mempromosikan produk ke kalangan keluarga ekonomi menengah. Disamping itu masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap fungsi asuransi masih sangat rendah. Return yang lebih rendah dibanding asuransi konvensional menjadikan masyarakat kurang berminat dengan asuransi syariah.

Faktor kurangnya support dari pemerintah juga menjadi salah satu penyebab kurang berkembangnya asuransi syariah.  Peran pemerintah yang masih kurang maksimal terhadap perkembangan industri asuransi di Indonesia menjadi salah satu faktor kurang populernya produk asuransi syariah.